BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Pemandangan alam yang sangat indah, sejuk, dan asri tersaji di sekitar lingkungan Pondok Pesantren Lansia, Rehabilitasi Manusia dan Alam, Rahmatan Lil Alamin yang berada di puncak Legend Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur kabupaten Situbondo.
Keadaan ini akan membuat siapapun merasa betah berlama-lama untuk menikmatinya dan sangat representatif untuk mengaji dan mengabdi. Tidak salah jika pesantren ini juga disebut bagaikan villa di sebuah perbukitan.
Yayasan Rahmatan Lil Alamin, Pendiri Pondok Pesantren Lansia ini didirikan berdasarkan Akta nomor : 02, Notaris Eny Puri Rahayu, SH, M.Kn. di Paiton pada tanggal 05 Mei 2018.
Pengesahan Pendirian Badan Hukum Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia bernomor : AHU-0006412.AH.01.04.Tahun 2018. Serta Keputusan Kementrian Agama Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Penetapan nomor statistik pesantren : 510235120208 Jakarta, 15 September 2023.
Ketua yayasan yang juga pengasuh pesantren, Kiai Herianto, M.Pd menerangkan, pesantren yang dikelolanya hanya bertujuan mencari ridho Allah dengan misi Rahmatan Lil Alamin, membimbing santri lansia agar intensif ibadah mendekatkan diri pada Allah SWT.
“Jadi ini solusi untuk kebahagiaan dan ketenangan jiwa bagi para santri lansia menuju ‘Husnul khatimah,” terangnya kepada Bumiaktual, Senin 06 Januari 2025.
Disebutkan, pesantren Lansia, Rehabilitasi Manusia dan Alam Rahmatan Lil Alamin, di puncak Legend, Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur kabupaten Situbondo tidak sama dengan panti jompo. Perbedaan antara panti jompo dan pesantren lansia mencakup pendekatan, lingkungan, dan tujuan pelayanan.
“Panti jompo umumnya menawarkan perawatan medis dan kebutuhan dasar bagi lansia yang membutuhkan perawatan intensif atau yang tidak memiliki keluarga untuk merawat mereka,” papar Kiai Hery.
Sedangkan pesantren lansia, menekankan pada pemberdayaan spiritual, pendidikan agama, serta kegiatan sosial dan kesehatan, dengan fokus pada peningkatan ibadah. Hal ini memungkinkan mereka untuk memperkuat ikatan spiritual, memperoleh pencerahan rohani, tekhnik munajad theori dan praktek. (rud/usy)








