SITUBONDO, BUMIAKTUAL – Kasus yang awalnya dilaporkan sebagai aksi begal sadis di wilayah Kapongan, Situbondo, akhirnya terbongkar sebagai kebohongan belaka.
Polres Situbondo mengungkap bahwa korban, seorang pemuda bernama Jamaluddin, ternyata bukan korban pembegalan—melainkan korban dari ulahnya sendiri.
Kasi Humas AKP Achmad Soetrisno, menjelaskan yang bersangkutan telah meminta maaf atas perbuatannya.
“Didampingi pihak keluarga dan Kepala Dusun Laok Binding sudah membuat video pengakuan dan meminta maaf kepada pihak Kepolisian serta masyarakat telah membuat berita yang tidak sebenarnya sebagai korban begal padahal korban luka akibat jatuh sendiri,” terang AKP Achmad Soetrisno.
Awalnya, Jamaluddin mengaku dibegal oleh dua orang bersenjata tajam saat melintas di Desa Landangan, Sabtu (19/4) dini hari. Cerita itu sempat membuat geger warga.
Namun, penyelidikan mendalam oleh Tim Resmob Polres Situbondo bersama Polsek Kapongan menemukan kejanggalan demi kejanggalan.
Setelah menggali keterangan puluhan saksi, termasuk orang tua korban, fakta mencengangkan terkuak: Jamaluddin ternyata tidak dibegal sama sekali.
Ia jatuh dari motor dalam kondisi mabuk berat usai pesta minuman keras di sebuah kafe wilayah Panji.
Bahkan luka di kepalanya bukan akibat pukulan, melainkan akibat terantuk batu saat terjatuh.
Lebih mengejutkan lagi, ponsel yang katanya dirampas begal kemungkinan besar hilang di kafe atau saat tergeletak di jalan karena mabuk.
Motif kebohongannya karena Jamaluddin takut dimarahi orang tua karena sudah berjanji tak akan mabuk-mabukan lagi.
Kini, Polres Situbondo tengah memproses hukum atas laporan palsu tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya informasi yang belum jelas, apalagi ikut menyebarkannya di media sosial.
“Jangan jadikan hoaks sebagai alat menutupi kesalahan pribadi. Ini bisa berujung pada proses hukum,” tegas Kasi Humas AKP Achmad Soetrisno. (dra/usy)














