BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Bagi Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo Kabupaten Situbondo tak ubahnya Indonesia, Multikultur. Sebab itulah, dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke 207 tahun, Bupati yang akrab disapa Mas Rio tersebut membebaskan masyarakat Situbondo menggunakan pakaian adat sesuai dengan asalnya masing-masing.
“Kita bukan berasal dari satu suku bangsa, semua datang ke Setubondo dengan latar belakang berbeda, identitas Situbondo seperti indonesia, multikultur. Ada Cina, Jawa, Arab, Sunda, dan lain-lain,” terangnya dalam perayaan Harjakasi 15 Agustus 2025.
Mas Rio mengakui, sebagian besar masyarakat Situbondo memang berbahasa madura. Tapi warga Situbondo datang dari berbagai ragam budaya. “Maka selesai sudah setidaknya selama era saya kita mencari identitas diri kita, setiap orang punya identitas,” tandasnya.
Mas Bupati menegaskan, dirinya menonjolkan universalisme. Ini karena Situbondo adalah keberagaman. “Tokoh-tokoh kita kalau lihat dari kakeknya ada yang dari Madura, Banyuwangi, Jember dan dari mana-mana. Jadi harjakasi adalah milik semuanya,” pungkasnya. (dra/usy)














