Satu Zarah Pun Ada Hitungannya, Di Hadapan Allah Tidak Ada Kebaikan Yang Terlewat

Oleh : Salman Rudy

BUMIAKTUAL.COM, SITUBONDO – Di dunia orang menghitung miliaran.
Di Pondok Pesantren Puncak Legend kita belajar satu hal:
1 zarah pun ada hitungannya di sisi Allah.

Di bawah sana manusia bangga jika sedekahnya milyaran.
Di atas sini kita sadar, bahwa yang kecil pun tidak luput dari perhitungan-Nya.

Allah sendiri yang bersumpah:

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji zarah, niscaya dia akan melihat balasannya.”
(QS. Az-Zalzalah: 7)

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat balasannya.”
(QS. Az-Zalzalah: 8)

Lihatlah Betapa Maha Adilnya Allah.

Senyum kepada santri yang lelah, Dia hitung.
Meluruskan sajadah di surau, Dia hitung.
Menyiram tanaman di Puncak, Dia hitung.
Menahan lisan dari ghibah, Dia hitung.
Tidak ada yang terbuang. Tidak ada yang sia-sia.

Karena itu kita tidak mendirikan Pondok Pesantren Puncak Legend hanya untuk menanam pohon di tanah.
Kita mendirikan Pondok Pesantren Puncak Legend untuk menjaga hati agar selalu dalam perhitungan Allah.

Di bawah, manusia berlomba meninggikan gedung.
Di atas sini, kita berlomba menjaga hati agar tidak lalai.

Di bawah, manusia takut miskin harta.
Di atas sini, kita takut amal kita tidak bernilai di sisi Allah.

Allah tidak akan bertanya tentang luas rumah kita,
tidak akan menghitung banyaknya followers kita,
tidak akan melihat tebalnya saldo kita.

Allah hanya melihat satu titik:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنظُرُ إِلَىٰ صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَٰكِن يَنظُرُ إِلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan tidak kepada harta kalian. Akan tetapi Dia melihat kepada hati kalian dan amal kalian.”
(HR. Muslim no. 2564)

Dan kunci keberuntungan itu jelas:

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.”
(QS. Asy-Syams: 9)

Maka tugas kita di Pondok Pesantren Puncak Legend menjadi sederhana dan agung:
Tangan bekerja untuk menghijaukan bumi.
Jemari memutar tasbih berdzikir untuk menghidupkan hati.
Kaki melangkah ke surau untuk tawajjuh mendekat kepada-Nya.
Dahi bersujud di atas sajadah untuk melembutkan kerasnya dunia.

JANGAN IKUTI LANGKAH SETAN

Setelah hati berniat taat,
setan tidak akan tinggal diam.
Ia musuh yang paling sabar dan paling cerdas membisik.

Allah SWT. mengingatkan dalam firmanNya :

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”
(QS. Al-Baqarah: 168)

Lihat tipu dayanya.
Saat kita hendak bersedekah, ia berbisik: “Nanti kau kekurangan.”
Saat kita hendak ke surau, ia berbisik: “Masih ngantuk. Besok saja.”
Saat kita berbuat baik, ia berbisik: “Ah kecil. Allah tidak lihat.”

Setan selalu berbisik kejahatan di dada manusia.

Firman Allah :
وَسْوَسَ فِي صُدُورِ النَّاسِ
“Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia.”
(QS. An-Nas: 5)

Maka di Pondok Pesantren Puncak Legend mari kita buat perjanjian:
Jangan mau diperdaya.
Ada bisikan? Berlindung kepada Allah, Lawan dengan dzikir (ingat Allah).

Karena setan hanya takut pada Allah, setan tidak takut kepada siapapun.

Karena setiap amal, sekecil apa pun, sedang dihitung oleh Allah.
Dan Dia tidak akan menzalimi hamba-Nya walau seberat biji zarah.

Ya Allah…
Jaga kami dari langkah-langkah setan.

Jadikan Pondok Pesantren Puncak Legend bukan hanya menara dzikir yang menembus kabut,
tetapi tempat di mana setiap amal kami bernilai di hadapan-Mu.

Karena surga yang sesungguhnya adalah saat hati kita hidup…
Sehingga setiap kebaikan, seberat biji zarah, Engkau terima sebagai tanda kasih-Mu. 🤲🏻 (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *