Warga Kurang Mampu Akan Dapat Rp 600 Ribu Selama Pendemi Covid 19

BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Wakil Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Janur Sasra Ananda mengimbau seluruh desa di Kota Santri lebih maksimal menggunakan dana desa (DD) untuk penanganan Covid 19. Sebab, setiap desa sudah mengalokasikan anggaran sepuluh persen yang bersumber dari bantuan DD.

Terkait itu, Komisi II sangat mengapresiasi Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit dalam hal penanganan Covid 19. Sebab, pemerintahan desa di tempat itu memperkerjakan masyarakat untuk menjaga portal pintu masuk desa.

Keadaan tersebut terungkap saat alat kelengkapan DPRD itu melakukan kunjungan kerja, Selasa (14/04/2020).  “Penjaga portal mendapatkan dana operasional Rp 25 ribu dalam sekali piket. Sekali piket pejagaannya delapan  jam,” kata Janur Sasra Ananda.

Selain untuk biaya operasional penjagaan portal, anggaran penanganan Covid 19 juga terpakai untuk pembelian alat pengatur suhu badan. Alat itu akan sangat dibutuhkan mengecek setiap suhu badan orang yang akan keluar atau masuk ke desa. “Anggaran DD untuk penanganan Virus Korona sudah berjalan. Tapi ada PR untuk pemerintah desa. Yaitu, mengubah APBDes untuk mengalihkan ke bantuan langsung tunai (BLT),” sambung Janur.

Dijelaskan, tiap desa akan mengalokasikan anggaran sepuluh persen yang bersumber dari DD. Nantinya, masyarakat kurang beruntung akan mendapatkan BLT sebesar Rp 600 ribu dari pemerintah desa. “Setiap satu bulan akan mendapatkan Rp 200 ribu. Selama tiga bulan ke depan,” imbuh politisi Partai Demokrat itu.

BLT diberikan pada warga kurang mampu di luar penerima bantuan program rutin pemerintah. Seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). “Agar sasarannya merata, diusulkan melalui RT dan kemudian diputuskan dalam musyawarah desa,” tutup Janur Sasra. (dra/usy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *