
SITUBONDO – Sedikitnya 109 program inovatif unggulan yang telah dilakukan Pemkab Situbondo selama ini. Dan, langkah inilah yang telah mengantarkannya menjadi satu di antara sepuluh kabupaten terinovatif 2019 se-Indonesia. Atas prestasi tersebut, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto menerima penghargaan dari Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Penghargaan diserahkan langsung Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo di Jakarta, 07 Oktober 2019. Kabupaten Situbondo berada di urutan keempat, setelah Banyuwangi, Kulonprogo, dan Malang. Setelah Situbondo, ada Kabupaten Banggai, Agam, Musi Rawa, Hulu Sungai Selatan, Bogor dan Padang Pariaman.
Apa saja 109 program inovatif unggulan Pemkab Situbondo itu? di antaranya adalah Smart School, PPDB Online, Dinas Pendidikan Command Centre, Rumah Pemulihan Gizi (RPG) Dinas Kesehatan, SPAM GAYA (Sistem Penyediaan Air Minum Tenaga Surya), Pendekar Panji (Pendekatan Kesehatan Kepada Masyarakat Puskesmas Panji), LAKONTANWA (Layanan Komprehensif Kesehatan Jiwa), Pelanduk Cepat (Pelayanan Administrasi Kependudukan Cetak Ditempat), Pelanduk Sakti (Pelayanan Administrasi Kependudukan Dengan Sistem Administrasi Kependudukan Berbasis TI ).
Selain itu ada juga Perisai Mas (Pelayanan Sehari Selesai Masyarakat Senang), SIMPEL PUTER (SISTEM PELAYANAN PUBLIK TERPADU), SIRKA (Sistem Informasi Perencanaan dan Keuangan Akrual), e-Surat Diskominfo dan Intelligence Room, yang merupakan inovasi pelayanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, sistem perencanaan pembangunan dan penganggaran terintegrasi dan Data Tunggal Daerah Analisis Kependudukan Partisipatif (DTD-AKP) sebagai BIG DATA Kabupaten.
Usai menerima penghargaan, Bupati Dadang Wigiarto meminta agar seluruh OPD bekerja lebih keras lagi berinovasi memanfaatkan teknologi informasi meningkatkan prestasi. “Ini semua demi kemajuan daerah dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Situbondo,” terangnya.
Kabag Humas Pemkab Situbondo, Imam Hidayat menerangkan 109 program inovatif unggulan yang disampaikan Bupati Dadang Wigiarto adalah upaya Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam perbaikan Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik guna mengentaskan Kabupaten Situbondo dari predikat daerah tertinggal.
“Tim penilai inovasi daerah terdiri dari Kementerian Dalam Negeri, Kemenristekdikti, KemenPAN-RB, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Alhamdulillah tim juri mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan Pemkab Situbondo, selama ini” imbuh Imam. (usi)








