BUMIAKTUAL-SITUBONDO, Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Situbondo dalam beberapa pekan terakhir, mengakibatkan pohon tumbang. Celakanya, batang pohon menimpa rumah pasangan suami istri Sudi (67) dan Beng Ati (61). Keduanya merupakan penyandang tuna netra yang tinggal di Dusun Pangabinan Barat, Desa Sumberejo, Kecamatan Besuki.
Ceritanya, saat itu hujan deras disertai angin kencang. Tiba-tiba pohon berdiameter 100 cm tumbang dan mengenai tepat di rumah pasutri dengan dua anak itu. Beruntung saat kejadian rumah tidak langsung roboh. “Awalnya hanya mendengar suara keras di belakang rumah, dan tetangga bilang bahwa pohon roboh mengenai rumah saya” ujar Sudi, Kamis (16/01/2020).
Beberapa hari setelah mengetahui kejadian tersebut, Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi langsung mendatangi lokasi kejadian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kapolsek, dan Kepala desa setempat. Dia meninjau rumah Sudi yang berukuran 5 x 8 meter. Kondisinya masih berlantai tanah, bahkan banyak dinding anyaman bambu yang sudah terlihat rusak.
“Dengan dana gerakan Jumat Barokah yang dibentuk teman teman di Pemkab, saya berinisiatif untuk memperbaiki rumah penderita tuna netra agar bisa hidup lebih baik lagi ke depannya,” ujar orang nomor dua di Kota Santri ini.
Dijelaskan, Program jumat barokah adalah program milik pemkab Situbondo untuk kegiatan sosial. Salah satunya adalah membangun rumah tidak layak huni. “Pemkab menyediakan dana Rp 10 juta, tapi uang itu tidak cukup untuk renovasi rumah milik pak Sudi. Alhamdulillah ada LPM merak yang nanti akan menutupi kekurangannya,” sambungnya.
Tidak cukup dengan renovasi rumah, Yoyok Mulyadi juga memastikan akan mendaftarkan anak dari pasangan berprofesi tukang pijat untuk program beasiswa Situbondo unggul agar mendapatkan kuliah gratis dari pemerintah kabupaten Situbondo. “Tidak hanya renovasi rumah, saya juga akan mendaftarkan bea siswa salah satu anaknya karena berprestasi di sekolah, agar bisa meraih masa depan yang cerah” lanjutnya. (dra/usi)








