Cuaca Ekstrem, Petani di Banyuglugur Panen Padi Lebih Awal

BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Puluhan hektar sawah di Dusun Taman, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur terdampak cuaca buruk beberapa hari lalu. Akibatnya, sawah petani harus terendam air hujan. Bahkan sebagian tanaman padi rusak. Untuk megantisipasi kerugian, para petani pun terpaksa panen lebih awal.

Khotim pemilik sawah mengakui bahwa tanaman miliknya sudah mulai rusak akibat diguyur hujan semalaman. Bahkan, genangan air sampai mencapai 50 cm. “Tinggi air sampai menenggelamkan bibit gabah, itu terjadi karena tidak ada saluran pembungan air, ditambah luapan air dari jalan raya,” ujar Khotim kepada bumiaktual.com Minggu (09/02/2020).

Diketahui sebelumnya, letak sawah yang berada di pinggir jalur pantura Surabaya-Bali ini baru pertama kali mengalami banjir. Padahal, sebelumnya lokasi ini masuk kategori aman dari banjir.”Dari dulu saya bertani, lokasi ini tidak pernah banjir, baru tahun 2020 sawah saya banjir,” bebernya.

Akibat dari banjir sebagian besar tanaman padi mengalami roboh. Sehingga, petani terpaksa harus memanen padinya, meskipun belum benar-benar waktunya untuk dipanen. “Kalau tidak dipenen sekarang, nanti gabah semakin rusak akibat terendam air dan harga bisa anjlok,” katanya.

Di areal pesawahan yang panen selama satu tahun dua kali ini, padi yang mengalami roboh tidak berpengaruh pada harga gabah maupun beras. Namun, berdampak pada berat yang didapat. “Berbeda kalau sudah benar-benar layak panen, pasti bulir padinya bisa lepas saat digebuk. Kalau ini kan tidak lepas semua, masih ada saja sisanya,” imbuhnya.

Misnadi, petani lainnya mengatakan, di lahan sawah sekitar satu hektare normalnya bisa menghasilkan lima hingga enam ton setiap kali panen. Tapi ketika padinya roboh bisa berkurang, apalagi kalau panennya lebih awal. “Perkiraan total gabah yang saya panen ini mencapai 10-12 ton dari luas tiga hektare sawah. Beruntung harga masih menyentuh Rp 9 ribu perkilonya. ,” pungkas Misnadi.

Dampak padi roboh membuat para petani harus lebih ekstra dalam memanen. Biasanya kalau padi normal bisa dipanen selama satu hari, tapi sekarang bisa menjadi tiga hari. “Ini saya saja sudah dua hari belum selesai-selesai. Kalau normal hanya sehari juga sudah selesai. Tenaganya jadi lebih banyak untuk memanen padi roboh,” tuturnya. (dra/usy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *