BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Pandemi Covid-19 berdampak sangat luas. Selain di bidang ekonomi juga mengancam keseimbangan ketahanan pangan. Karena itu, Pemkab Situbondo menggencarkan menanam sorgum di beberapa desa. Untuk sementara sudah ada 25 hektar yang ditanami sorgum.
Sorgum adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak, dan bahan baku bioetanol. Bahkan tanaman ini bisa bertahan di tanah kering sekalipun. Kepala Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Situbondo, drh Hasanuddin Riwansia menjelaskan, para petani akan mendapatkan omzet besar.
Sebab, hasil panen akan langsung dibeli oleh Program Ekonomi Kebersamaan (KOBESSA). “Para petani akan mendapatkan keuntungan Rp 24-26 juta per hektar,” kata pria yang akrab disapa Udin itu, Senin (01/06/2020).
Kata dia, semua tanaman sorgum bisa digunakan. Mulai dari bulir hingga batang. Pemerintah pun untuk sementara menargetkan harga Rp 250 per kilo untuk batang. Sedangkan Rp 3000 per kilo untuk bulir. “Sebenarnya keperluan saya hanya batang, untuk dijadikan pakan ternak. Tapi ternyata, batang dan bulirnya sangat bermanfaat,” terang Udin.
Selain memberikan keuntungan di segi finansial, tanaman sorgum juga memberikan kesehatan dan kaya akan nutrisi tinggi untuk asupan gizi. Beberapa penelitian menyebutkan jika sorgum memiliki kandungan protein tinggi.
Kandungan tersebut bahkan lebih tinggi dari sumber pangan lainnya seperti singkong, jagung, hingga beras. Biji sorgum sendiri memiliki tiga kandungan karbohidrat yakni pati, serat dan gula terlarut. “Batangnya bisa digunakan untuk bahan dasar pembuatan gula. Lebih baik dari tebu,” imbuhnya.
Udin menyampaikan, saat ini sudah ada 25 hektar yang menama tanaman sorgum di beberapa desa. Yaitu, Desa Kertosari, Bantal, Awar-awar, Sumberejo, dan desa lainnya. “Beberapa hari lagi di Desa Semiring, Kecamatan Mangaran akan segera panen,” pungkasnya. (dra/usy)








