BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Sampah bisa ditukar menjadi sembako mungkin mustahil. Tapi, hal itu menjadi kenyataan di Kelurahan Ardirjoe, Kecamatan Panji. Sebab, Bank Sampah Jaya Pintu Lima tetap menerima penukaran ditengah suasana Pandemi Covid-19, Selasa (09/06/2020).
Rini, pendiri Bank Sampah mengaku, di saat mewabahnya Virus Korona, membuat beberapa tetangganya di RT RW 04/03 rajin menukarkan sampah dengan kebutuhan sehari-hari. Seperti beras, gula, telur dan lain-lainnya. “Ada peningkatan sejak satu bulan terakhir ini. Karena ekonomi saat ini lesuh karena Korona,” terangnya saat ditemui wartawan Bumiaktual di rumahnya.
Dia menjelaskan, usaha Bank Sampah tidak sama dengan usaha jual beli barang bekas. Sebab, di tempat ini, masyarakat bisa memilih tiga opsi. Mulai dari barter, menabung, hingga sedekah.
“Jika barter, ya ditukar dengan barang sembako di toko milik saya. Tapi jika menabung, akan dicatat di buku tabungan. Tapi jika sedekah, akan dicatat juga di buku sedekah yang nantinya akan digunakan untuk kegiatan sosial,” kata dia.
Rini merinci, jenis sampah yang dapat di terima di tempatnya ialah jenis plastik, seperti botol atau gelas, blak atau toples, serta jenis besi. “Member anggota saya ada lebih dari seratus orang. Mereka menukarkan sampahnya minimal seminggu sekali. Bahkan, ada yang setiap hari,” imbuhnya.
Hasil bahan dari Bank Sampah, digunakan untuk pembuatan kerajinan. Mulai dari tas, tempat duduk, hingga hiasan meja. Tentunya, memiliki harga ekonomis tinggi. “Hasil sampah masyarakat dibuat kerjaninan tangan. Dalam proses pembuatan ada juga paguyuban,” tutupnya. (dra/usy)














