BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Mengantisipasi penyebaran Covid 19 di rumah tahanan (Rutan) kelas II B Situbondo, seluruh petugas melakukan rapid test, Senin (29/06/2020). Hasilnya, sebanyak 43 petugas menunjukkan non reaktif.
Abu Bakar Abdi, Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo menjelaskan, rapid test merupakan skrining awal. Jika hasilnya ada yang ditemukan reaktif, maka semua tahanan rutan akan dilakukan rapid test. “Karena petugasnya tidak ada yang reaktif, maka penghuni tidak dilakukan tes daya tahan kekebalan imun tubuh,” kata pria yang akrab disapa Abu itu.
Kata dia, rapid tes adalah skrining awal. Jika hasilnya ada yang ditemukan reaktif, maka harus menjalani tes lanjutan, yaitu tes Swab untuk mendiagnosa infeksi Korona. “Ini kedua kalinya kita lakukan rapid test terhadap petugas rutan,” tambahnya.
Abu menambahkan, penghuni rutan dirasa aman dari virus korona. Sebab, selama pandemi rutan menutup akses jenguk kepada keluarga. “Mereka selama pandemi berada di dalam rutan, olah raga rutin,” sambunganya.
Sementara itu, Haryono, Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo berharap, warga rutan sebanyak 150 orang juga mendapat jatah rapid test. Meskipun secara umum kondisi warga rutan sehat. Namun tidak menutup kemungkinan mereka juga terpapar dari Covid 19, sekalipun rutan disterilkan dari pengunjung. “Dari awal pandemi, kita sudah tidak ada kunjungan secara langsung, hanya kunjungan makanan saja,” bebernya.
Haryono mengaku, sejak pandemi Covid 19, rutan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, seperti menyediakan tempat cuci tangan, mewajibkan menggunakan masker, dan menjaga jarak. “Di lingkungan rutan kami terapkan protokol kesehatan secara ketat,” tegasnya. (dra/usy)














