Kalah Saing dengan Swasta, Banyak SMA/SMK di Situbondo Tak Penuhi Pagu

BUMIAKTUAL,SITUBONDO – SMA/SMK Negeri di Kota Santri bisa jadi kalah saing dengan sekolah swasta. Ini terlihat dari banyak sekolah negeri yang kekurangan murid. Sehingga, keadaan ini mengancam tunjangan sertifikasi para guru.

Sugiyono Eksantoso Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Situbondo mengatakan, syarat guru mendapatkan sertifikasi harus mengajar minimal 24 jam per bulan. “Tapi kalau dalam saru sekolah muridnya tidak sampai empat rombongan belajar (rombel) bagaimana para guru bisa mendapatkan jam?,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Rabu (08/07/2020).

Dari jumlah total 12 lembaga pendidikan  SMA Negeri di Kabupaten Situbondo, hanya dua sekolah yang memenuhi pagu, yakni SMA Negeri 1 Situbondo dan SMA Negeri 2 Situbondo. Sedangkan dari jumlah total 6 lembaga pendidikan  SMK Negeri di Kabupaten Situbondo, hanya satu SMK yang memenuhi pagu, yakni SMK Negeri 1 Panji, Situbondo. “Yang lain masih kurang,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Sugiyono perihatin dengan perkembangan pendidikan di wilayah Situbondo. Padahal melihat jumlah lulusan SMP, itu sangat cukup. Tapi ketika terjadi penerimaan siswa baru, justru kekurangan siswa.

Dia mencontohkan SMA Negeri 1 Kapongan Situbondo yang telah menyediakan delapan rombel. Namun, pada PPDB tahun 2020 ini hanya memperoleh empat rombel. Itupun masing-masing rombel hanya berisi sekitar 20 hingga 25  siswa. “Padahal batas maksimal  masing-masing rombel sebanyak 36 siswa,”bebernya.

Kata Sugiyono, sudah banyak calon siswa yang memesan kursi di sekolah swasta. Padahal pendaftaran sekolah belum dibuka. “Mereka (swasta) inilah yang dapat bersaing betul, mendapatkan siswa banyak,” sambungnya.

Lebih jauh,  Sugiyono menegaskan, meski PPDB resmi ditutup pada 30 Juli 2020 lalu, namun pihaknya masih memberikan kesempatan kepada para lulusan SMP di Kabupaten Situbondo. Tujuannya, untuk mendaptkan murid baru bagi pendidikan swasta. “Ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan IPM di Kabupaten Situbondo. Karena mengingat rata-rata IPM Situbondo dibawa angka tujuh. Itu artinya rata-rata warga Situbondo hanya lulusan SMP,” pungkasnya. (dra/usy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *