BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Idul Adha diperkirakan akan jatuh pada akhir bulan Juli. Pengiriman hewan sapi di Pelabuhan Kalbut naik. Harganya pun ikut naik.
Pengiriman sapi Pulau Sapudi, Madura masih beroperasi setiap hari Kamis. Kini, kuotanya mengalami kenaikan. Biasanya 60 ekor sudah mencapai seratus ekor. Harga hewan berkaki empat itu juga naik. Sekitar 10-20 persen.
Suadi pemilik sapi menjelaskan, pengiriman sapi terjadi seminggu sekali. Prosesnya, masih tetap dilempar. Meski tak berdampak pada kualitas daging. Tapi perlakuan semacam itu bisa membuat sapi cidera bahkan tewas.
“Pernah patah tulang. Hingga akhirnya mati. Tapi biasanya juga kram hingga diare,” jelas H. Suaid kepada bumiaktual.com.
Pria paru baya itu menambahkan, kebanyakan sapi berkulit kemerahan itu mengalami diare. Oleh karena itu, sapi miliknya dititipkan terlebih dahulu di tempat karantina. “Ya titipkan dulu, biasanya dua hari sampai tiga hari sudah sembuh sendiri,” singkat H. Suaid.
Sementara itu, Penanggung jawab Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) wilayah kerja Kalbut, I Gede Widiartha menerangkan setiap sapi yang baru tiba dari kepulauan lain harus menjalani proses karantina. Tujuannya, untuk memantau kesehatan sapi. “Biasanya stres. Makanya dikarantina dulu,” jelasnya.
Gede mengaku, sapi-sapi tersebut tidak hanya dijual di Situbondo. Akan tetapi juga masuk ke beberapa kabupaten lain di Jawa Timur. “Selain Situbondo, peminat sapi Madura juga dari Probolinggo, Lumajang, Madiun, dan Bojonegoro. Jadi, akan dikirim ke sana,” pungkasnya. (dra/usy)








