BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Selama Pandemi Covid-19 aktifitas keagamaan di Gereja Katolik berhenti total. Tapi, pihak pengurus Gereja Katolik Maria Bintang Samudera (MBS) Situbondo mengajukan untuk melakukan aktifitas new normal. Diperkirakan pada bulan Agustus akan dibuka.
Ketua Pencegahan Covid 19 Gereja Katolik, Rudi menjelaskan, pihaknya baru melakukan pengajuan kepada gugus tugas percepatan penanganan Covid 19. Sebab, melihan angka potensi sembuh di Situbondo mengalami kenaikan drastis. Diperkirakan ijin dibuka akan turun dari pemerintah pada bulan Agustus mendatang . “Selama ini kita mematuhi peraturan pemerintah. Kita tutup. Semua aktifitas menggunakaan live streaming,” kata Rudi, Rabu (22/07/2020).
Kata dia, jika kembali dibuka, tidak semua umat Gereja Katolik MBS bisa beribadah. Hanya umur usia 13 – 60 tahun yang diperolehkan. Nantinya, mereka akan diberikan kalung barcode. “Sesuai penelitian, usia rawan tertular balita dan usia dini. Makanya ada batasan,” imbuh Rudi.
Anggota DPRD itu juga menjelaskan, aktifitas keagamaan Gereja akan melakukan physical distancing. Sebab, hanya akan diisi sepuluh persen dari kuota maksimal. Total umat sekitar 1.500 orang. Tapi Gereja akan diisi 150 orang saja. “Yang lain bisa mengikuti di live streaming online,” jelas Rudi.
Untuk mengantisipasi kunjungan umat yang menumpuk, maka akan diberlakukan penambahan sesi. Yang semula hanya satu sesi, akan ditambah menjadi tiga sesi jadwal misa. “Kita juga telah membuka kegiatan keagamaan online. Dengan begitu umat bisa beribadah di rumah masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, Saifullah, wakil gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 menjelaskan, panitia gereja masih terus menyiapkan ID card khusus ke semua umat. Nantinya, jika sudah siap akan dibuka untuk umum dengan protokol kesehatan. “Tempat cuci tangan dan pengatur suhu sudah ada,” katanya saat melakukan pengecekan di gereja.
Ia juga menghimbau kepada umat yang baru saja melakukan perjalanan ke luar kota, terlebih dahulu menjali masa isolasi mandiri selama 14 hari. Untuk menghindari hal yang tidak dinginkan. “Jika ada yang dari perjalanan jauh, ya bisa ibadah di rumah terlebih dahulu sampai batas waktu tertentu,” pungkas Saifullah. (dra/usy)












