BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Gerakan Pemuda (GP) Ansor sama sekali tidak pernah menghalangi orang berdakwah atau pembangunan pesantren. Tapi, hanya saja GP Ansor akan mengambil sikap tegas, jika ada oknum yang tidak sejalan dengan ideologis Pancasila.
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, Syafiq Sauqi menanggapi rencana pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Sugi Nur Raharja. Ia telah memasrahkan persoalan ini kepada Pimpinan Anak Cabang (PAC). “Sahabat-sahabat PAC sudah paham, mana kawan, mana lawan. Mana yang harus dirangkul, mana yang harus dihalau,” kata Syafiq Sauqi kepada sejumlah awak media saat mengunjungi Kantor Ansor di Situbondo, Minggu (26/07/2020).
Ia menjelaskan, sahabat PAC Ansor setempat telah paham betul dengan rencana pendirian Ponpes di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki. Sebab, ia menuding pendirian bangunan itu memiliki tujuan yang tak sejalan dengan ideologi yang telah ada. “Jika ada oknum atau kelompok yang akan membuat gaduh. Saya kira mereka berhak untuk menggalangi atau merasa keberatan,” sambung pria kelahiran Jombang itu.
Syafiq Sauqi juga menambahkan, jika nantinya tetap memaksa melakukan pembangunan Ponpes, GP Ansor akan melakukan somasi. “Apakah nanti akan melibatkan kiai atau tokoh masyarakat yang moderat. Ini nanti yang akan kita sikapi jika memang sudah melakukan koordinasi,” jelasnya.
Sementara itu, dari video YouTube Sugi Nur Raharja, pesantren yang bakal didirikannya di Besuki adalah Cabang Palu. “Di Palu yang ngajar bukan saya tapi dari dosen IAIN. Saya yang dirikan, begitu cara beragama saya, apa saya salah? Tidak menutup kemungkinan saya bangun rumah sakit, meski saya bukan dokter,” terangnya.
Dia mengaku telah melunasi pembelian tanah. Tepatnya di rumah Sekdes setempat, lengkap dengan bukti materai Rp 6000.
Sementara itu, data yang diterima Bumiaktual.com dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Situbondo, Sugi Nur Raharja belum pernah mengurus izin operasional ponpes di lokasi tersebut. (dra/usy)












