BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Kabupaten Situbondo akhirnya memiliki pendeteksi pasien Covid 19, yaitu PCR. Alat tersebut ditempatkan di Rumah Sakit Abdoer Rahem (RSAR). Namun, hingga kini masih belum bisa difungsikan. Sebab, sejumlah komponennya masih dalam proses pemesanan.
Direktur RSAR, Tony Wahyudi menjelaskan, alat PCR yang tersedia di rumah sakit plat merah itu sekitar 75 persen. Diprediksi, sebagian alatnya akan datang beberapa hari ke depan. “Perkiraan bulan Agustus, 25 persen lagi alat kesehatannya akan datang,” ungkap Tony.
Meski PCR belum bisa difungsikan, namun rumah sakit yang berada di jalan Anggrek itu tetap bisa mendeteksi Virus Korona. Yakni, dengan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM). “Sudah ada sepuluh pasien yang dinyatakan positif dari alat itu. Tujuh sudah sembuh. Sisanya masih dalam perawatan,” jelas Tony.
Alat TCM dan PCR tidak berada di satu tempat. TCM dioperasikan di ruang laboratorium lama. Sedangkan PCR ditaruh di gedung khusus bagian depan RSAR. “Fungsinya sama, pemeriksaan untuk menentukan positif atau negatif,” jelasnya.
Data yang diperoleh bumiaktual.com, anggaran untuk pengadaan laboratorium PCR sebesar Rp 2,9 miliar. Itu sudah termasuk pembelian alat-alat dan rehabilitasi gedung. Sedangkan TCM hanya pembelian catridge. Pada tahap awal, ada seratus unit yang dibeli dengan harga per unit Rp 600 ribu.
Dengan adanya TCM dan PCR, maka akan sangat membantu Satgas untuk menambah jangkauan pemeriksaan. PCR misalnya. Jika sudah difungsikan nanti, maka akan mampu melakukan swab terhadap 90 pasien perhari. Sedangkan TCM hanya sepuluh orang per hari. (dra/usy)














