BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Setelah dibacok pamannya sendiri, kondisi Atlawi (35), warga Dusun Campalok, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa mulai membaik, Minggu (23/08/2020). Tapi, korban saat ini masih terbaring di RS dr Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo.
Kapolsek Arjasa, Situbondo Iptu Suratman, masih terus mendalami kasus menghebohkan ini. Tapi, sementara motif perbuatan pelaku Abdurrahman alias Mega (40), tega membacok keponakannya adalah karena batuk. Sehingga pelaku merasa tersinggung. “Dugaan sementara, motif pembacokan karena pelaku tersinggung dengan korban, yang batuk-batuk saat mandi di sungai,” jelasnya.
Diperoleh keterangan, keduanya sudah lama berseteru. Aksi pembacokan terhadap korban itu, berawal saat korban sedang mandi di sungai yang tidak jauh dari rumahnya. Sedangkan sang paman sedang menggali paras, yang tidak jauh dari lokasi korban mandi.
Nah, entah itu dibuat-buat atau batuk benaran, saat mandi itu korban batuk-batuk. Mendengar batuk korban itu, Mega naik pitam. Dia mendatangi Atlawi dan keduanya pun bercekcok. Puncaknya, pelaku membacok korban dengan menggunakan parang.
Kapolsek Arjasa, Situbondo Iptu Suratman menjelaskan, korban mengalami luka robek di bahu kiri sepanjang 30 centimer. “Saat ini masih dirawat di RSAR. Kondisinya sudah membaik,” jelasnya.
Sementara itu, usai melakukan pembacokan itu, pelaku langsung menyerahkan diri ke Mapolsek. Selain itu, pelaku juga menyerahkan barang bukti berupa parang yang digunakan untuk membacok korban. “Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku langsung dijebloskan ke sel Mapolsek Arjasa, Situbondo,” tutup Suratman. (dra/usy)








