BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Jelang musim tanam padi, Dam Sluis dilakukan normalisasi. Tujuannya, untuk menampung air lebih optimal. Sehingga aliran air bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat Situbondo.
Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi menjelaskan, aliran air di dam lima itu, bukan hanya kewenangan Pemkab Situbondo. Tetapi juga menjadi tanggung jawab provinsi dan pemerintah pusat. “Karena itu, sebelumnya Bupati Situbondo telah berkirim surat ke Gubernur Jatim,” Jelas Wabup Yoyok, Senin (24/08/2020).
Oleh karena itu, Wabup Yoyok bertemu dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan Dinas PU Provinsi Jatim. Mereka turun ke Dam Sluis untuk melihat proses normalisasi dan memantau efektiftas aliran air di bangunan peninggalan Belanda itu.
Pihak BBWS Brantas, M Yunus menambahkan, kegiatan bendung ada operasi dan pemeliharaan secara rutin. “Agar kapasitas tampungan lebih efektif ke layanan, sekarang kita lakukan normalisasi,” jelasnya.
Khusus di aliran sampean baru, di hulu ada kegiatan pengerukan. Yunus menerangkan, pada awal Bulan September mendatang, sudah dimulai. “Kegiatan ini berjalan dengan baik berkat suport langsung dari pak wabup. Karena itu, kami ucapkan terima kasih atas suportnya,” kata Yunus.
Yunus yakin, dengan sejumlah kegiatan tersebut, layanan kepada masyarakat akan semakin maksimal. Sehingga aliran air ke Situbondo mampu mensejahterakan petani. Sebab, diprediksi penanaman padi akan berlangsung pada Bulan Oktober. “Kalau sudah operasi dan pemeliharaan dilaksanakan secara rutin, maka fungsi keandalan bangunan bendung itu sendiri akan maksimal. Dan air teraliri maksimal di daerah aliran irigasi di hilir,” pungkasnya. (dra/usy)








