BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Di hari terakhir bulan September 2020, Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) akhirnya disetujui oleh semua fraksi di DPRD Situbondo, Rabu (30/09/2020). Padahal sebelumnya, sempat terjadi komunikas buntu antara legislatif dan eksekutif.
Jainur Ridho, ketua DPC Partai Gerindra Situbondo menjelaskan, PAPBD melalui proses yang sangat panjang. Sempat terjadi tarik menarik karena ego sektorial. “Bupati dan teman teman pimpinan DPRD dan pimpinan ketua fraksi kini sudah clear makanya kita paripurnakan,” jelasnya.
Kata dia, solusi dari pihak legislatif dan eksekutif terjadi menjelang rapat paripurna. Tapi, dalam PAPBD ada tujuh catatan. “Salah satunya pansimas, itu karena sudah MoU dengan pemerintah pusat. Makanya akhirnya tetap kita sepakati,” jelasnya.
Berbeda dengan Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, Bupati dua periode itu telah memprediksi PAPBD akan disahkan oleh wakil rakyat. Sebelum paripurna, Bupati masih harus bertemu dengan semua fraksi. “Dalam situasi Pilkada boleh semua memiliki tujuan untuk memenangkan pilihannya dalam presektif politik. Tapi untuk kepentingan rakyat harus bersatu,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa ada kesusahan dalam hal komunikasi antara pemerintahan dan beberapa fraksi, tapi semuanya berjalan lancar waktu memasuki detik detik terakhir rapat akan dimulai. “Ini kemenangan untuk rakyat semuanya,” tutupnya.
Diterima informasi sebelumnya, sejumlah fraksi di DPRD Situbondo menolak adanya PAPBD tahun 2020. Mereka di antaranya adalah PPP, Demokrat, Gerindra. (dra/usy)














