BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Sebanyak 1.040 tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan Covid-19 di Situbondo telah mendapatkan insentif nakes. Mereka terdiri dokter spesialis, hingga bidan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Akhmad Yulianto Total anggaran yang telah terealisasi ke ribuan nakes tersebut pada tahap I dan II mencapai sekitar Rp 2,9 milliar dari total pagu anggaran insentif Covid-19 Situbondo yakni sekitar Rp 5,1 milliar.
Pria yang akrab disapa Yuli menambahkan, insentif telah tesalurkan tahap I pada bulan Maret dan April. Kemudian, tahap ke II pada Juni dan Juli. Saat ini masih proses pengajuan pencairan tahan III, Agustus-September. “Dana ini telah ditransfer ke rekening masing-masing penerima,” ujar Yuli, Kamis (05/11/2020).
Tahap ke III masih proses. Alasannya, ada perubahan Keputusan Kementrian Keungan (KMK). Juga pengajuan saat ini melalui online, sedangkan sebelumnya masih melalui manual.
Ada 44 orang dokter spesialis, 132 dokter umum dan dokter gigi, 691 orang perawat dan bidan. Kemudian, tenaga kesehatan lainnya sebanyak 173 orang yang mendapatkan isentif. Data itu masih terus bisa bertambah. “Nakes ini berasal dari RSUD Abdurrahman Saleh, RS Elizabeth, dan 20 Puskesmas,” jelasnya.
Masing-masing Nakes memperoleh insentif berbeda-beda bergantung dari jumlah hari kerjanya. Namun harga pagu Dokter spesialis mendapatkan Rp 15 juta, Dokter umum Rp 10 juta, dan perawat atau bidan dan tenaga kesehatan lainnya Rp 5 juta. (dra/usy)














