SITUBONDO, BUMIAKTUAL – Keterlibatan warga ikut aktif dalam pengawasan pemilu di Kabupaten Situbondo masih sangat minim.
Keadaan ini bisa saja disebabkan oleh pendidikan pemilih dalam pemilu tidak berjalan.
Pendapat tersebut disampaikan oleh Badrus Saleh, salah satu pengamat sosial di Kabupaten Situbondo.
Pria yang juga mantan komisioner KPU Situbondo tersebut menerangkan, jika masyarakat apatis untuk mengawasi dalam pemilu, penyebabnya bisa dua hal.
“Pertama, minimnya pendidikan pemilih dalam pemilu, dalam hal ini peran dari penyelenggara pemilu kurang maksimal,” terang Badrus, Selasa 12 Desember 2023.
Atau, yang kedua bisa karena sistem pemilu yang membuat masyarakat sudah jenuh untuk terlibat langsung dalam pengawasan pemilu.
“Pendidikan pemilih itu tidak hanya semata-mata oleh penyelenggara pemilu tapi juga peran dari partai politik terhadap konstituennya. Nah, ini menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Badrus.
Pria yang juga seorang pengacara ini berpendapat, sistem pengawasan yang melibatkan masyarakat terhadap pemilu mungkin juga perlu disederhanakan.
Perlu inovasi penyelenggara, sehingga membuat masyarakat itu tidak sulit dan tidak susah untuk melakukan sistem pelaporan ataupun pengawasan.
“Jadi membangun komunikasi lebih dekat antara masyarakat dengan penyelenggara pemilu dalam hal ini bawaslu yang punya kompetensi melakukan pengawasan dan menerima Laporan masyarakat,” pungkas Badrus. (dra/usy)








