BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Suasana keos terjadi saat para masa pendukung salah satu pasangan calon (Paslon) kepala daerah di kabupaten Situbondo melakukan protes hingga berujung ricuh. Kericuhan bermula saat salah satu paslon kalah dan masa pendukungnya tidak terima karena dianggap ada kecurangan saat penghitungan suara.
Namun kericuhan tersebut akhirnya berhasil dikendalikan saat polres Situbondo mengerahkan ratusan personilnya begitu juga dengan TNI serta menggunakan mobil watercanon.
Untungnya hal tersebut hanya sekedar simulasi sistem pengaman kota (Sispamkota) yang digelar di Mapolres Situbondo, Selasa (13/8/2024) dalam rangka mempersiapkan diri kepada kemungkinan-kemungkinan yang terjadi saat pilkada serentak tahun 2024 di kabupaten Situbondo.
Kegiatan simulasi yang diinisiasi oleh Polres Kabupaten Situbondo dihadiri oleh forum pimpinan daerah (Forkopimda) antara lain, Bupati Situbondo yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Dandim 0823 Situbondo, Kepala Kejaksaan, Ketua PN dan Ketua Rutan serta seluruh pimpinan partai politik di Kabupaten Situbondo.
Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan menjelaskan jika kegiatan simulasi Sispamkota itu merupakan antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat pilkada serentak tahun 2024 di kabupaten Situbondo.
“Artinya tentunya kita tidak berharap ada ekskalasi meningkat tadi seperti unjuk rasa yang diakhiri kerusuhan, tentunya dengan upaya-upaya patroli, saling komunikasi dan koordinasi tentunya untuk menjaga kondusifitas di kabupaten Situbondo,” ungkapnya.
Selain itu, simulasi tersebut juga untuk memastikan kesiapan seluruh personil dan armada kendaraan yang dimiliki baik oleh Polres Situbondo maupun TNI serta instansi terkait seperti Satpol PP dan Dishub.
“Kami dari Polres Situbondo, TNI dan semua instansi terkait Satpol PP, Dishub dan Linmas selalu mengecek kesiapan personil, agar nantinya bisa siap dalam keadaan dan kondisi yang kemungkinan terjadi di lapangan,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, Kapolres AKBP Rezi Dharmawan juga mengungkapkan jika personil yang dikerahkan untuk sistem pengaman kota selama pilkada nantinya yakni 2/3 dari total personil Polres Situbondo atau sekitar 500 personil.
“Tentunya ratusan personil tersebut selian bantuan personil dari Polda, untuk kemudian ditempatkan di seluruh tempat atau objek-objek yang dianggap vital seperti kantor KPU, kantor Bawaslu, perkantoran pemerintahan, Gardu Induk Listrik PLN, dan beberapa tempat lainnya termasuk TPS rawan,” Pungkasnya. (inu/usy)














