BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Rumah sakit umum daerah dr. Abdoer Rahem (RSAR) Situbondo terus berupaya meningkatkan kualitasnya, guna memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat Situbondo.
Salah upaya meningkatkan pelayanannya, RSAR akan membuka layanan penyakit kanker. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo dr. Roekmy Prabarini Ario saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Minggu (8/9/2024).
“Jadi depan pelan-pelan kami akan membuka pelayanan penyakit kanker. Misalnya bedah kanker sederhana,” jelas Direktur RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo yang akrab disapa dokter Roekmy itu.
“Untuk membuka layanan penyakit kanker, diperlukan dokter spesialis onkologi. Dokter onkologi adalah dokter spesialis yang menangani masalah kanker mulai dari diagnosis, pengobatan, hingga pencegahan. Nah pada akhir tahun ini ada dokter spesialis bedah kanker yang selesai pendidikan,” katanya.
Selain dibutuhkan dokter spesialis, kata dokter Roekmy, untuk layanan penyakit kanker rumah sakit plat merah ini tengah menyiapkan tenaga kesehatan yang khusus penyakit kanker.
“Kemudian perawat-perawat untuk penyakit kanker juga kita siapkan, tenaga farmasi untuk kanker, laboratorium untuk kanker, radiologi untuk kanker itu sedang kita siapkan,” bebernya.
Tidak hanya itu, dokter Roekmy juga menargetkan jika RSAR Situbondo tahun depan sudah siap menangani kemoterapi untuk pasien kanker. “Ada kemoterapi, nah pengelola obat kemoterapi itu nanti akan dilatih, perawatnya harus dilatih. Tahun ini kita siapkan itu semua,” tegasnya.
Dokter Roekmy mengungkapkan, untuk mendukung layanan penyakit kanker, RSAR Situbondo sudah menerima KJSU (layanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Jadi program layanan prioritas di RSUD dr Abdoer Rahem mendapat KNK bahwa kita masuk tingkat madya. Semoga tahun depan kita sudah bisa didaftarkan untuk bisa mendapatkan beberapa alat-alat canggih untuk tingkat madya. Jadi kami sudah menyelesaikan pengusulan alat-alatnya pengadaan melalui Siren Kementerian Kesehatan,” pungkasnya. (inu/usy)








