Minta Pemerintah Sediakan Angkutan Massal Sebelum Larang Siswa Bawa Motor ke Sekolah

BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Jayadi, pemerhati masalah sosial di Kabupaten Situbondo menyoroti kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Dia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkantor di Jalan Madura tersebut tidak terburu-buru melarang siswa menggunakan kendaraan pribadi sebelum pemerintah menyediakan transportasi massal yang layak.

Pria asal Kecamatan Panji tersebut berpendapat, jika kebijakan Disdikbud tersebut dilakukan secara serampangan, maka yang akan dirugikan adalah anak anak sekolah.

Mereka menjadi sering terlambat ke sekolah. “Berangkat ke sekolah butuh effort, rebutan untuk dapatkan dan naik angkutan umum, berdesakan, panas dan lapar,” terangnya, Minggu 12 April 2026.

Pria yang juga seorang pengacara tersebut menerangkan, kebijakan yang diambil oleh pemerintah harus bermanfaat.

Jayadi tidak mengingkari bahwa siswa membawa motor sendiri ke sekolah, satu sisi memang tidak baik.

Namun, di sisi lain ini merupakan potret nyata ketidakmampuan pemerintah menyediakan transportasi masal yang layak bagi masyarakat, terkoneksi dan mudah diakses.

Sebab itulah, Jayadi menyarankan, sebelum kebijakan tersebuti diambil, pejabat perlu untuk membuat studi kelayakan dengan turun sendiri ke lapangan. Mereka perlu merasakan menjadi pelajar.

Apalagi ketika pulang sekolah. Belum lagi pelajar perempuan, berpotensi terjadi kejahatan seksual. “Jadi segala kemungkinan harus dipikirkan,” pungkasnya. (dra/usy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *