BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Penyuluh Agama Islam Kabupaten Situbondo melepaskan sedikitnya seribu benih ikan di aliran Sungai Sampean Baru, 13 April 2026. Kegiatan ini sebagai wujud nyata dari implementasi nilai-nilai ekoteologi dalam kehidupan beragama.
Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Situbondo, Nur Kholis menerangkan, melalui kegiatan tersebut, para penyuluh agama menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui lisan, tetapi juga melalui aksi nyata.
“Pelepasan benih ikan menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat bahwa menjaga kelestarian sungai adalah tanggung jawab bersama. Dengan menambah populasi ikan, diharapkan keseimbangan ekosistem air dapat terjaga, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang,” terangnya kepada Bumiaktual.
Pria yang akrab disapa Kholish tersebut menyampaikan, Ekoteologi merupakan sebuah cara pandang yang mengintegrasikan ajaran agama dengan kepedulian terhadap lingkungan. Dalam perspektif ini, manusia tidak hanya diposisikan sebagai pengguna alam, tetapi juga sebagai penjaga dan pemelihara keseimbangan ekosistem.

“Alam dipandang sebagai amanah dari Tuhan yang harus dirawat dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, setiap tindakan pelestarian lingkungan memiliki dimensi spiritual,” paparnya.
Disebutkan, kegiatan pelepasan benih ikan ini menjadi simbol konkret dari kesadaran tersebut. Sungai Sampean Baru sebagai salah satu sumber kehidupan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem dan kesejahteraan warga sekitar. “Namun, seiring dengan perkembangan zaman, tekanan terhadap lingkungan semakin meningkat, baik akibat pencemaran, eksploitasi berlebihan, maupun kurangnya kesadaran masyarakat,” tegasnya.
Bagi Kholish, peran penyuluh agama dalam kegiatan ini sangat strategis. Mereka tidak hanya sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Dengan mengusung nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, penyuluh agama mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sebagai bagian dari ibadah. “Ini sejalan dengan ajaran bahwa kebersihan dan kelestarian alam merupakan bagian dari iman,” imbuhnya. (dra/usy)














