BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terus memberikan dampak nyata bagi peningkatan layanan RSUD Asembagus Situbondo.
Pada akhir tahun 2025, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Situbondo ini mulai mengoptimalkan anggaran Rp3,3 miliar untuk memperkuat alat kesehatan, layanan farmasi, hingga sarana penunjang medis lainnya.
Peningkatan layanan terlihat dari pengadaan sejumlah alat medis canggih.
Tahun ini, RSUD Asembagus memanfaatkan DBHCHT untuk membeli mesin anestesi, suction pump, dental unit baru di Poliklinik Gigi dan alat untuk menunjang laboratorium.
Seluruh peralatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tindakan medis yang semakin meningkat, baik di ruang operasi maupun layanan rawat jalan.
Menurut Irma Suryani, Kasi Penunjang Medis dan Non Medis, keberadaan alat baru ini menjadi energi besar bagi tenaga kesehatan.
“Mesin anestesi dan suction pump yang dibeli dari DBHCHT sangat membantu kelancaran tindakan operasi. Alatnya modern, lebih presisi, dan sangat aman untuk pasien,” ujarnya.
Irma menambahkan bahwa pengadaan dental unit baru juga membawa perubahan signifikan pada kualitas layanan gigi.
“Dental unit ini memudahkan dokter dalam menangani berbagai keluhan dengan standar teknologi terkini. Pasien juga lebih nyaman karena fitur alatnya lengkap dan ergonomis,” terangnya.
Penguatan alat kesehatan ini juga didukung dengan peningkatan stok obat-obatan dan bahan medis habis pakai.

Gudang farmasi kini memiliki pasokan yang lebih terjamin, penataan obat lebih rapi, serta pengendalian stok yang ketat agar pelayanan tidak mengalami kekosongan.
Direktur RSUD Asembagus, Zainul Fatah, mengatakan bahwa anggaran DBHCHT berperan besar dalam mendorong pelayanan rumah sakit menjadi lebih maju.
“Pembelian alat-alat kesehatan ini sangat menunjang fasilitas pelayanan kami. DBHCHT benar-benar memberikan dorongan besar agar rumah sakit lebih siap melayani masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa manfaat anggaran tidak hanya pada alat medis, tetapi juga pada pemenuhan obat-obatan.
“Penguatan stok farmasi membuat pelayanan menjadi lebih efisien. Pasien bisa mendapatkan obat tepat waktu, dan semua ini mengarah pada peningkatan layanan prima yang terus kami kembangkan,” tambahnya.
Dengan fasilitas yang semakin canggih, RSUD Asembagus optimistis mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Situbondo.
Mulai dari antrian rawat jalan, tindakan gawat darurat, hingga operasi besar, seluruh layanan ditargetkan berjalan lebih cepat, akurat, dan aman.
Ke depan, pengadaan alat kesehatan dan pembangunan fasilitas rumah sakit akan terus dilanjutkan.
Pemerintah Kabupaten Situbondo berkomitmen menjadikan DBHCHT dan Program Berantas sebagai sarana untuk mewujudkan masyarakat Situbondo yang lebih sehat, kuat, dan mendapat layanan medis tanpa batas. (dra/usy/pro)








