BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Pencuri amatir beraksi di siang bolong. Dua orang wanita di Situbondo berniat membawa kabur satu kardus rokok berbagai merek. Tapi, bukannya berhasil, malah hanya meninggalkan jejak. Dua pelaku terekam CCTV.
Aksi tersebut terjadi di Toko Rejeki, Dusun Kotakan Selatan, Desa Kotakan Kecamatan Situbondo, Rabu (11/03/2020). Dimas pemilik toko mengaku heran. Karena ada pembeli yang kabur tanpa sebab. Padahal dirinya hanya ingin membantu pelanggannya saat menaikkan barang belanjaannya.
Kejadian terjadi sekitar pukul 11.40 Wib. Dimas melihat dua pembeli baru keluar dari toko membawa kardus berwarna cokelat. Mereka kesusahan saat hendak meletakkan barangnya ke bagian depan sepeda motor yang dikendarai. “Sampai kardus itu terjatuh, saya menghampirinya untuk menolong. Tapi mereka panik dan langsung kabur. Dari sanalah saya curiga. Langsung mengecek rekaman CCTV,” ujar pria tersebut kepada bumiaktual.com.
Dimas pun melihat rekaman ulang CCTV di toko miliknya. Benar saja, kedua orang tersebut tertangkap kamera pengintai. Mereka terekam jelas sedang mengambil sebuah kardus di belakang kasir. Saat itu, kasir sedang melayani pembeli. “Kasir yang hanya seorang diri sedang melayani pembelian transaksi Rp 80 ribu. Karena lengah, satu orang lagi sedang beraksi mengambil barang tepat di belakang kasir,” ujar Dimas.
Dia mengaku telah melaporkan kasus pencurian ini kepada pihak berwajib. Untuk memperkuat bukti kejadian. Pemilik toko memberikan barang bukti berupa rekaman CCTV. “Petugas dari Polsek Situbondo Kota telah menghampiri toko saya. Setelah saya melakukan laporan kasus ini,” bebernya.
Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nuri menjelaskan, kasus pencurian ini tidak menimbulkan kerugian materi. Tapi, penyidik akan terus mengembangkan kasus. “Korban telah melaporkan kejadian ini kepada kami. Tentu wajib ditindaklanjuti. Diduga pelaku berumur 45 dan 25 tahun,” ujar mantan Kapolsek Sumbermalang itu.
Dia menambahkan, karyawan toko agar selalu waspada terhadap orang yang tidak dikenalinya. Serta, meminta agar toko dijaga dengan dua orang karyawan. “Kewaspadaan harus lebih ditingkatkan lagi. Karena kejahatan akan terjadi ketika ada kesempatan,” pungkasnya. (dra/usy)














