BUMIAKTUAL,SITUBONDO – Belasan ribu santri Pondok Pesantren (Ponpes) Salafia Safi’iyah Sukorejo dipulangkan, Rabu (01/04/2020). Kegiatan santri pulang berjamaah ini diproritaskan kepada mereka yang berasal dari Jabotabek. Ini untuk mengantisipasi adanya lockdown di daerah Ibu Kota. Sebelum pulang, santri pun diperiksa kesehatannya satu persatu oleh tim medis.
Pemulangan santri Ponpes di Kecamatan Banyuputih itu, dilakukan secara bertahap. Dari tanggal 1 – 4 April 2020. Mereka diberangkatkan dengan menggunakan armada bus yang telah disediakan oleh Ponpes. Dua hari pertama santri putra dipulangkan terlebih dahulu, kemudian disusul oleh santri putri.
Panitia Ikatan Santri Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS), Zainiye menjelaskan, proses pemulangan dimulai dari santri asal Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Tanggerang. Hal itu dikarekan ada isu tentang Jakarta yang akan memberlakukan lockdown. “Santri putra-putri asal Jabotabek dipungkan terlebih dahulu tadi malam,” kata Zainiye.
Sebelum dipulangkan ke tempat tempat asal masing-masing, para santri itu terlebih dahulu diperiksa kesehatannya. Tim medis dari Dinas Kesehatan juga mengecek tekanan darah dan suhu setiap para santri. Dengan begitu, para santri akan mendapatkan kartu pernyataan sehat dari petugas media. “Kalau tidak dinyatakan sehat, ya tidak boleh pulang,” bebernya.
Zainiye juga menjelaskan, dirinya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian daerah. Setiap armada bus akan diberikan surat jalan. Tujuannya, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan saat masuk ke Kabupaten/Kota diluar Situbondo. “Setiap bus akan diberikan surat jalan yang telah dikeluarkan oleh Polres Situbondo,” imbuhnya.
Tidak berhenti di sana, Sebelum armada kendaraan berangkat. Satu persatu bus itu disemprot dengan disinfektan. Tujuannya untuk membersihkan virus yang ada di dalam bus. Sehingga santri lebih aman saat melakukan perjalanan pulang ke daerahnya. “Penyemprotan cairan antiseptik dilakukan oleh petugas BPBD Situbondo,” pungkasnya. (dra/usy)














