BUMIAKTUAL, SITUBONDO – Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, H Yoyok Mulyadi memberikan perhatian khusus terhadap kejadian tanah longsor yang berakibat tak bisa difungsikannya jembatan darurat di Desa Kotakan, Kecamatan Kota yang menghubungkan Situbondo dan Bondowoso.
Jika tidak segera mendapat penanganan, dikhawatirkan keadaan tersebut akan mengganggu kelancaran transportasi pengguna jalan yang melintas di tempat tersebut.
Menurut H Yoyok, tanah longsor terjadi setelah hujan deras dalam waktu lama terjadi, Sabtu 30 November 2024. Air sungai menjadi besar dan mengikis sebagian tebing bagian bawah. Sehingga, posisi jembatan darurat mengkhawatirkan jika harus dilewati oleh kendaraan.
“Jembatan darurat ini difungsikan karena jembatan utama di Desa Kotakan masih dalam tahap pembangunan. Kalau tidak salah, batas akhir pengerjaannya tanggal 23 Desember 2024, makanya kalau ada waktu akan kita agendakan untuk meninjau langsung, biar kita tahu pasti kondisinya seperti apa?” terang H Yoyok, Minggu 01 Desember 2024.
H Yoyok menerangkan, pembangunan jembatan di Desa Kotakan menjadi tanggung jawab Dinas PU dan Bina Marga Provinsi Jatim. “Laporannya tentang kejadian ini sudah masuk ke komisi,” tegasnya.
Kata mantan Wakil Bupati Situbondo ini, Sekeratris dinas sudah melaporkan jika beberapa saat setelah kejadian sudah ada penanganan, sehingga lalu lintas tidak sampai macet dalam waktu lama. Petugas terpaksa memanfaatkan jembatan utama yang hampir selesai.
“Jadi pengendara diperbolehkan melewati jembatan yang sebenarnya belum 100 persen selesai itu. Terpaksa dibuat timbunan dadakan agar pengendara bisa naik ke atas jembatan utama,” kata H Yoyok. (usy/dra)














