BUMIAKTUAL, SITUBONDO –Banjir bandang melanda empat kecamatan di Situbondo, Jawa Timur.
Yaitu Banyuglugur, Bungatan, Mlandingan, dan Kendit, pada 3 dan 4 Februari 2025. Akibatnya, ribuan jiwa terdampak, ratusan rumah rusak, serta tujuh jembatan hanyut.
Data sementara dari BPBD Situbondo mencatat total kerugian material mencapai Rp 39,8 miliar.
“Yang terparah ada di tiga kecamatan, yaitu Bungatan, Mlandingan, dan Kendit,” ujar Sruwi Hartanto, Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Jumat (7/2/2025).
Meskipun tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dampaknya cukup besar.
Selain 208 rumah mengalami kerusakan, ada sebelas titik tembok penahan tanah yang ambrol, dua beronjong rusak, serta satu pagar dan satu beronjong ambruk.
Penyebab utama banjir bandang ini adalah hujan deras yang menyebabkan air sungai meluap.
Saat ini, BPBD dan pemerintah daerah telah mendirikan dapur umum di beberapa titik.
Bagi warga yang tinggal jauh dari posko bantuan, nasi bungkus akan diantar langsung ke lokasi mereka.
Sementara itu, warga mulai membersihkan rumah dari lumpur yang terbawa arus banjir.
Santi, warga Desa Kendit, Kecamatan Kendit, mengaku masih khawatir dengan kemungkinan banjir susulan.
“Kalau hujan deras lagi, air bisa kembali membesar,” ujarnya.
BPBD Situbondo tengah mengupayakan dana bantuan tak terduga dari pemerintah provinsi dan kabupaten untuk memperbaiki fasilitas umum yang rusak.
Selain itu, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan deras dalam beberapa hari ke depan.
Hingga kini, kondisi di lokasi terdampak berangsur membaik, meski masih menyisakan sisa-sisa kerusakan akibat banjir.
Pemerintah dan warga terus bekerja sama untuk memulihkan daerah yang terdampak. (dra/usy)











