Petani Bawang di Situbondo Mengeluh, Harga Terus Merosot

BUMIAKTUL, SITUBONDO – Sejumlah petani bawang merah mengeluhkan harga yang terus merosot beberapa hari terakhir. Bahkan,  Minggu 20 April 2025 harganya tinggal Rp 18 sampai 19 ribu untuk timbang basah di sawah.

Baidlawi, petani bawang asal Kecamatan Mangaran mengaku capek dengan kondisi tersebut. “Tambah hari, semakin merosot harga bawang. Kita gak bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya, Minggu 20 April 2025.

Dia menyebutkan, beberapa hari sebelumnya harga timbang basah bawang merah di sawah masih Rp 30 ribu perkilogram. Setelah itu berubah lagi menjadi Rp 25 ribu, berubah lagi menjadi Rp 21 ribu.

“Sekarang turun lagi menjadi Rp 18 sampai 19 ribu.  Salah satu penyebabnya karena masuknya bawang dari luar Jawa seperti Sulawesi,” ungkap Baidlawi.

Dia mengakui, dengan keadaan harga seperti itu, petani masih untung. “Kalau bicara untung ya masih untung. Petani akan rugi jika harga bawang di bawah Rp 10 ribu perkg, seperti tahun lalu. Ya karena biaya produksi tinggi,” tegasnya.

Dia mengumpamakan biaya produksi empat petak yang bisa tembus Rp 40 juta di musim hujan. Jika di musim kemarau, anggaran yang harus disediakan petani bisa tembus Rp 50 juta. “Mana lagi kalau ada serangan ulat, bisanya terjadi pertengahan tahun,” pungkasnya.  (dra/usy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *